Rabu, 26 November 2014

PERMASALAHAN DALAM MEMUTUSKAN UNTUK BERBISNIS

jessica Agripina (3203013131)
            Pada hakikatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa uang. Manusia akan berusaha apapun untuk mendapatkan uang, dengan demikianlah manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya. Pada era ini, berkembangnya jumlah penduduk yang semakin banyak membuat manusia mulai berpikir kritis akan pemenuhan kebutuhan yang semakin banyak pula, didukung juga dengan perkembangan teknologi. Bahkan anak-anak yang usia remaja mulai mengawali bisnis dengan menggunakan media sosial, hal ini menjadi bukti bahwa manusia pada dasarnya memiliki hasrat untuk berbisnis. Penjualan barang dan jasa melalui media online mulai marak, sarana penjualan barang online ini bisa dari facebook, blackberry, instagram, dan masih banyak lagi. Penjualan melalui media mungkin tidak memakan banyak biaya, dan tidak memerlukan modal yang terlalu banyak. Namun bagaimana pun juga, seseorang pasti akan selalu menginginkan sebuah perkembangan, karena manusia itu sendiri pun tidak akan pernah puas. “Bagaimana mendapatkan modal untuk mengawali sebuah bisnis ? seperti membuka gerai atau stand ? apakah bisnis ini akan menguntungkan ? kapan akan balik modal ?”. Hal-hal ini menjadi permasalahan bagi bisnis pemula maupun orang yang ingin mengawali bisnis. Melalui artikel ini penulis ingin menjabarkan solusi akan permasalahan-permasalahan yang sedang atau akan dialami oleh para calon pembisnis.
            “Apakah bisnis ini akan menguntungkan ?”. Seringkali dalam mengawali berbisnis, seseorang selalu khawatir akan hal ini. Hal ini mengakibatkan mereka akan mengubur kembali niatnya untuk berbisnis dikarenakan mereka berpikir bahwa bisnis yang akan mereka buka tidak menguntungkan melainkan akan merugikan mereka. Pemikiran buruk ini tidak seharusnya menjadi penghalang kita untuk berbisnis, melainkan kita harus memutar pemikiran tersebut menjadi pikiran yang positif dan menjadi motivasi kita untuk berbisnis. Kita harus yakin bahwa bisnis tersebut akan berjalan dan memberikan hasil, hanya saja diri kita sendiri harus memiliki ide yang kreatif. Sebagai pembisnis baru, kita harus menciptakan hal-hal yang barus, disinilah para pembisnis dituntut untuk memiliki inovasi.
            Inovasi tidak hanya harus dimiliki oleh pembisnis pemula, melainkan pembisnis senior pun harus memiliki inovasi-inovasi baru untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Karena dengan seiringnya perusahaan kita semakin pesat, maka semakin banyaknya pesaing yang akan mengancam perusahaan kita sendiri. Apabila perusahaan tidak membuat inovasi-inovasi baru, maka perusahaan harus siap untuk gulung tikar. Oleh karena itu, pembuatan atau masukan ide baru bukanlah hal yang sembarangan atau dianggap sebelah mata, meskipun hanya berefek jangka pendek diperusahaan, tapi akan memberikan efek yang besar untuk keberlangsungan perusahaan. Juga untuk pembisnis pemula maupun yang akan memulai bisnis.
            Permasalahan yang datang berikutnya adalah “kapan bisnis tersebut akan balik modal atau memberikan keuntungan yang berlebih ?”. Semua pembisnis dalam mengawalinya pasti akan mempertanyakan hal yang demikian, karena kembali pada tujuan awal berbisnis, yaitu mencari untung atau laba sebanyak-banyaknya. Karena dengan perolehan laba yang banyak ini akan menjadi penentu apakah bisnis tersebut layak bertahan atau tidak. Permasalahan akan balik modalnya atau tidak, kembali pada tahap pertama yang sudah dibahas diatas. Apabila kita mampu menciptakan ide-ide baru, maka keuntungan akan datang dengan sendirinya dan secara otomatis kita akan mampu menghadapi pesaing-pesaing kita. Begitu juga sebaliknya, ketika kita tidak menciptakan ide-ide baru maka keuntungan perusahaan pun akan turun tahun demi tahun. Meskipun untuk menciptakan ide baru tersebut membutuhkan waktu yang banyak dan pastinya akan memakan biaya yang besar, namun semuanya akan terbayarkan dengan pemasukan atau keuntungan yang ada diperusahaan itu senidiri.
            Selain inovasi dalam perusahaan, berikut beberapa cara supaya bisnis cepat balik modal :
o    Sanggup memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan, seperti harga Iebih murah, kualitas lebih baik, pelayanan dengan ketepatan waktu, ramah dan memuaskan, promosi yang lebih terarah kepada target hingga after sales yang memuaskan
o    Dalam berbisnis, salah satu kesuksesan dapat diraih dengan melihat tren untuk beberapa waktu ke depan. Jika ingin sukses, lakukan survei pasar secara teratur dan menganalisis perubahan yang terjadi. Dengan begitu, kita dapat mempersiapkan diri dengan perencanaan yang lebih matang untuk menghadapi berbagai persaingan yang ada.
o    Mencari informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai bisnis yang kita geluti. Untuk laris, tidak harus memiliki ide yang besar. Terkadang, ide biasa yang dikemas dengan  baik, serta bantuan informasi yang valid dan akuratlah yang sukses. Informasi dapat dicari melalui buku-buku, referensi internet, survei pasar, kursus atau pelatihan, dan sebagainya.
o    Mengikuti sebuah komunitas, yaitu menjalin hubungan dengan orang yang tepat dalam membantu kemajuan bisnis kita.
o    Pemilihan jenis bisnis. Dalam hal ini kita harus jeli melihat peluang untuk jenis produk yang ditawarkan. Bagi pemula, beberapa konsep bisnis kemitraan seperti franchise adalah bisnis dengan modal cukup terjangkau dan prospek binisnya terlihat sehingga keuntungan yang dihasilkan pun cukup menggiurkan. Namun, selektiflah memerhatikan standardisasi bisnis tersebut dan keuntungannya yang menjanjikan.

            “Bagaimana mendapatkan modal untuk mengawali sebuah bisnis ?”. Modal merupakan akar untuk mengawali sebuah bisnis. Sangat tidak mungkin seseorang mengawali bisnis tanpa modal. Modal yang dikeluarkan untuk mengawali sebuah bisnis pun bukan angka yang kecil, dan modal tidak semata-mata berupa uang, tapi modal juga dapat berupa barang seperti meja, kursi, etalase, dan lain-lain. Seseorang yang akan mengawali bisnis sangat sulit untuk mendapatkan modal dari pihak lain, meskipun akan mendapatkan dari pihak lain, pasti pihak lain akan meminta jaminan atas pinjaman tersebut.
Oleh karenanya calon pembisnis harus benar-benar memikirkan bisnis yang akan digeluti tersebut. Selain mendapatkan modal lewat pihak ketiga, kita juga bisa mendapatkan modal dengan cara yang sederhana, yaitu dengan cara menabung, namun cara sederhana ini disarankan untuk pembukaan bisnis yang sederhana pula, seperti jualan online, jualan nasi bungkus, atau jajanan-jajanan kecil. Berikut beberapa permasalahan yang terkait dengan modal 


Alasan modal/uang :
1.      Tidak punya uang yang cukup untuk memulai bisnis.
2.      Kalau gagal, semua uangnya hilang tidak berbekas.
3.      Sulit mengelola uang hasil pensiun dini.



Solusi uang :
1.      Bisnis tidak selalu membutuhkan uang banyak.
2.      Bila takut mengelola uang sendiri, tanam dalam investasi dengan cara beli saham, obligasi, dan lainnya.
3.      Menyerahkan kepada orang lain yang ahli dan dipercaya untuk menjalankan usaha.


Membuat keputusan untuk berbisnis tidaklah mudah. Banyaknya bayangan akan kekhawatiran tentang berlangsungnya bisnis, membuat kita menjadi berpikir lebih panjang lagi. Namun perlu diketahui bahwa berbisnis akan membantu seseorang untuk melatih menjadi seorang pemimpin dan yang terutama membantu dalam aspek ekonominya. Berbisnis tidaklah harus diawali dengan bisnis yang besar dan membutuhkan uang banyak.  

Referensi :


Kamis, 06 November 2014

bersangkutan dengan MEA

Berlari Kencang  Di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015

Dewasa ini, masyarakat ASEAN mempunyai keinginan untuk berkembang dengan membentuk suatu organisasi yang disebut AFTA atau yang lebih dikenal MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Kegiatan MEA memungkinkan untuk satu negara menjual barang dan jasa ke negara lain menjadi tidak ada hambatan.

MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, sehingga dapat tercipta iklim persaingan yang adil, terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen, mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta, menciptakan jaringan transportasi yang efisien dan aman, menghilangkan biaya pajak yang berlebihan, dan meningkatkan perdagangan dengan media elektronik dengan cara online. Tujuan darMEA sendiri adalah untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global, menarik lebih banyak investor asing, meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (intra-ASEAN Trade).

Menurut saya sebagai mahasiswa, persiapan utama yang harus dipersiapkan mulai sekarang adalah melatih mental agar siap bersaing di pasar internasional bagi yang akan menjadi karyawan maupun yang akan membuka usaha sendiri. Menurut sumber yang saya baca, sekarang ini banyak lulusan S1 yang belum mendapat pekerjaan. Hal itu dikarenakan mereka ingin berwirausaha, tapi terkadang merasa tidak mampu. Maka dari itu kita harus mempersiapkan mental dengan cara banyak mengikuti seminar –seminar tentang pekerjaan yang diigninkan, mencari pengalaman kerja dulu jika ingin mendirikan wirausaha, dan belajar bahasa internasional agar dapat lebih percaya diri.

Tantangan yang akan dihadapi dari segi bisnis adalah pengusaha, karyawan, dan seluruh masyarakat Indonesia dituntut terus menerus dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan pekerjaannya secara profesional guna dapat memenangkan kompetisi dari pesaing yang bukan hanya orang Indonesia saja, tetapi seluruh masyarakat ASEAN yang masuk ke Indonesia. Sebagai contoh akuntan, para akuntan di Indonesia masih belum menyadari bahwa akan ada persaingan ketat. Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo, mengakui ada kekhawatiran karena selain kemampuan Bahasa Inggris yang kurang, kesiapan para akuntan juga sangat tergantung pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar negeri. Maka dari itu, lulusan akuntansi S1 tahun 2015 nanti dituntut untuk profesional dan lebih siap dalam menghadapi MEA yang semakin dekat.


Indonesia dapat bersaing dalam MEA 2015 nanti karena sejumlah pimpinan asosiasi profesi mengaku cukup optimistis bahwa tenaga kerja ahli di Indonesia cukup mampu bersaing. Menurut saya, solusi yang tepat dalam menghadapi MEA 2015 nanti adalah menghilangkan semua keraguan, ketakutan, dan kekhawatiran dalam persaingan ketat yang akan datang, lebih percaya diri dengan kemampuan yang ada dalam diri kita, dan terus mengembangkan kemampuan kita. Semua itu dapat didorong dengan kesadaran dari diri sendiri, komitmen, dan fokus terhadap yang kita inginkan, serta kita juga harus kerja keras dalam menggapai cita-cita.