Kamis, 06 November 2014

bersangkutan dengan MEA

Berlari Kencang  Di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015

Dewasa ini, masyarakat ASEAN mempunyai keinginan untuk berkembang dengan membentuk suatu organisasi yang disebut AFTA atau yang lebih dikenal MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Kegiatan MEA memungkinkan untuk satu negara menjual barang dan jasa ke negara lain menjadi tidak ada hambatan.

MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, sehingga dapat tercipta iklim persaingan yang adil, terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen, mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta, menciptakan jaringan transportasi yang efisien dan aman, menghilangkan biaya pajak yang berlebihan, dan meningkatkan perdagangan dengan media elektronik dengan cara online. Tujuan darMEA sendiri adalah untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global, menarik lebih banyak investor asing, meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN (intra-ASEAN Trade).

Menurut saya sebagai mahasiswa, persiapan utama yang harus dipersiapkan mulai sekarang adalah melatih mental agar siap bersaing di pasar internasional bagi yang akan menjadi karyawan maupun yang akan membuka usaha sendiri. Menurut sumber yang saya baca, sekarang ini banyak lulusan S1 yang belum mendapat pekerjaan. Hal itu dikarenakan mereka ingin berwirausaha, tapi terkadang merasa tidak mampu. Maka dari itu kita harus mempersiapkan mental dengan cara banyak mengikuti seminar –seminar tentang pekerjaan yang diigninkan, mencari pengalaman kerja dulu jika ingin mendirikan wirausaha, dan belajar bahasa internasional agar dapat lebih percaya diri.

Tantangan yang akan dihadapi dari segi bisnis adalah pengusaha, karyawan, dan seluruh masyarakat Indonesia dituntut terus menerus dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan pekerjaannya secara profesional guna dapat memenangkan kompetisi dari pesaing yang bukan hanya orang Indonesia saja, tetapi seluruh masyarakat ASEAN yang masuk ke Indonesia. Sebagai contoh akuntan, para akuntan di Indonesia masih belum menyadari bahwa akan ada persaingan ketat. Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia, Tarko Sunaryo, mengakui ada kekhawatiran karena selain kemampuan Bahasa Inggris yang kurang, kesiapan para akuntan juga sangat tergantung pada mental. Banyak yang belum siap kalau mereka bersaing dengan akuntan luar negeri. Maka dari itu, lulusan akuntansi S1 tahun 2015 nanti dituntut untuk profesional dan lebih siap dalam menghadapi MEA yang semakin dekat.


Indonesia dapat bersaing dalam MEA 2015 nanti karena sejumlah pimpinan asosiasi profesi mengaku cukup optimistis bahwa tenaga kerja ahli di Indonesia cukup mampu bersaing. Menurut saya, solusi yang tepat dalam menghadapi MEA 2015 nanti adalah menghilangkan semua keraguan, ketakutan, dan kekhawatiran dalam persaingan ketat yang akan datang, lebih percaya diri dengan kemampuan yang ada dalam diri kita, dan terus mengembangkan kemampuan kita. Semua itu dapat didorong dengan kesadaran dari diri sendiri, komitmen, dan fokus terhadap yang kita inginkan, serta kita juga harus kerja keras dalam menggapai cita-cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar